Panglima Kostrad Tindak Lanjuti Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Jakarta – Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad), meninjau lokasi aksi demonstrasi di Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/8). Kunjungan ini dilakukan untuk mendengarkan langsung tuntutan para demonstran serta memastikan situasi keamanan pasca dua hari aksi unjuk rasa.
Dalam pernyataannya kepada media, Fadjar menyebutkan bahwa demonstran meminta pembebasan seorang rekan mereka yang telah ditahan. “Mereka cuma minta kawannya dibebaskan, tapi sudah kita bebaskan,” ujarnya. Meski demikian, Fadjar tidak memberikan rincian mengenai jumlah orang yang ditahan, siapa yang telah dibebaskan, ataupun lokasi penahanan sebelumnya.
Fadjar juga memeriksa kondisi pasukan Brimob yang berjaga di lokasi. Ia menilai para prajurit dalam keadaan baik meskipun mereka telah bertugas intensif selama dua hari. “Ya lihat kondisi kawan-kawan Brimob. Sudah dua hari (demo) capek juga dia,” tambahnya.
Fadjar menekankan pentingnya menjaga aksi demonstrasi agar tetap kondusif dan aman. Ia mengingatkan massa untuk menyampaikan pendapat dengan tertib tanpa merusak fasilitas umum. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Jalan Kramat Kwitang belum sepenuhnya terkendali, dengan personel Brimob masih berjaga di depan markas mereka, sementara sejumlah orang masih berkerumun di ujung jalan menuju Pasar Senen.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Affan tewas setelah ditabrak oleh kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat berlangsungnya penyerbuan demonstran di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8). Saat kejadian, Affan berada di antara kerumunan massa ketika mobil Brimob berusaha melarikan diri dari situasi tersebut.
Kementerian terkait dan kepolisian sedang menginvestigasi insiden ini untuk memastikan kebenaran dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Pengawalan ketat terhadap demonstrasi ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menjaga keamanan serta ketertiban publik.
Situasi ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi warga Jakarta tetapi juga masyarakat luas, mengingat pentingnya pengelolaan aksi demonstrasi dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Aparat keamanan diharapkan dapat bertindak secara profesional, sedangkan masyarakat diimbau untuk tetap menyuarakan aspirasinya dengan cara yang damai dan tersusun.
Dengan perhatian yang penuh dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan insiden serupa tidak terulang, dan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin lebih baik demi menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.