Berita

Massa Mengamuk, Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni Dilempari dan Dirusak

Avatar photo
6
×

Massa Mengamuk, Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni Dilempari dan Dirusak

Sebarkan artikel ini

Massa Melempari Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni, Memicu Kerusuhan di Tanjung Priok

Ratusan warga melakukan aksi demonstrasi di depan rumah anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, pada Sabtu (30/8/2025) sore. Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 15.00 WIB dan berlangsung ricuh, dengan massa melempari rumah dan merusak fasilitas yang ada.

Kehadiran massa yang semakin banyak membuat situasi semakin tidak terkendali. Selain meneriaki nama Sahroni, para demonstran juga melempari rumah dan mendobrak pagar, menyebabkan kerusakan pada bangunan bertingkat tersebut. Tak hanya itu, beberapa orang anggota aksi juga berhasil masuk ke dalam rumah dan merusak kendaraan yang terparkir di garasi.

Insiden ini dipicu oleh pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh Sahroni, yang dianggap oleh masyarakat sebagai penghinaan. Namanya menjadi sorotan publik setelah ucapannya dianggap tidak peka terhadap kondisi masyarakat. Pernyataan tersebut memicu kemarahan di kalangan masyarakat, menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah, termasuk dalam aksi yang terjadi di Tanjung Priok.

Salah satu warga yang berada di lokasi, Budi (45), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Sahroni. “Kami merasa dihina. Sebagai wakil rakyat, seharusnya dia peka terhadap suara masyarakat,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap tindakan dan ucapan para wakil rakyat masih sangat tinggi, dan berpotensi memicu lebih banyak aksi serupa di masa mendatang.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, aksi tersebut tidak hanya terjadi di Tanjung Priok, tetapi juga menyebar ke beberapa daerah lain sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Ahmad Sahroni. Mengingat hal ini, penting bagi semua elemen masyarakat dan pemimpin untuk lebih memahami kondisi dan aspirasi rakyat.

Pihak kepolisian yang berada di lokasi kejadian berupaya untuk mengendalikan situasi dan meminta massa untuk membubarkan diri. “Kami berharap masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih bermartabat, tanpa harus merusak,” ungkap salah satu petugas di lapangan.

Kerusuhan ini menjadi perhatian publik, mengingat Ahmad Sahroni sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membidangi hukum dan perundang-undangan. Dalam posisi tersebut, seharusnya ia lebih memahami pentingnya mendengarkan aspirasi masyarakat. Hal ini tentu menambah beban bagi Partai NasDem yang harus mempertanggungjawabkan tindakan anggotanya di tengah berbagai tekanan politik dan sosial yang dihadapi saat ini.

Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para anggota DPR dan para pemimpin politik lainnya untuk lebih hati-hati dalam menyampaikan pendapat. Dalam era informasi yang cepat ini, setiap ucapan dan tindakan bisa dengan cepat menimbulkan reaksi yang meluas di kalangan masyarakat.

Dalam jangka panjang, insiden yang terjadi di Tanjung Priok ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah dan pengambil kebijakan untuk lebih peka dan terbuka terhadap suara rakyat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.