Internasional

Kritik Kemanusiaan: Presiden Kolombia Sebut Acuh Terhadap Gaza Sebagai Anti-Kemanusiaan

Avatar photo
7
×

Kritik Kemanusiaan: Presiden Kolombia Sebut Acuh Terhadap Gaza Sebagai Anti-Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Presiden Kolombia: Situasi Kemanusiaan di Gaza adalah Anti-Kemanusiaan

Jakarta, CNN Indonesia – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menegaskan bahwa membiarkan kondisi kemanusiaan yang kritis di Jalur Gaza, Palestina, merupakan tindakan yang sama dengan anti-kemanusiaan. Dalam keterangan yang disampaikan melalui media sosial X, Petro mengkritik keras situasi di Gaza dan menunjukkan kepeduliannya terhadap penderitaan warga Palestina.

“Siapa pun yang membiarkan genosida berarti anti-kemanusiaan; bahkan binatang buas pun tidak akan melakukan hal seperti itu,” tulis Petro di akun X-nya, dikutip dari Anadolu.

Sebagai bentuk dukungannya, Petro membagikan video yang menunjukkan warga Palestina berbondong-bondong mendatangi konvoi bantuan kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa mereka yang acuh tak acuh terhadap tragedi kemanusiaan ini adalah “sekutu genosida” dan “terasing secara spiritual dari bumi.”

Kolombia juga mengambil langkah tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 3 Mei lalu. Keputusan tersebut merupakan respons terhadap serangkaian operasi militer Israel yang berkelanjutan di wilayah Gaza. Sejak Oktober 2023, serangan yang dilancarkan oleh Israel mengakibatkan lebih dari 63.000 warga Palestina kehilangan nyawa dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur di Gaza, yang berpotensi memicu bencana kelaparan.

Di panggung internasional, Israel kini menghadapi tuntutan hukum yang serius. Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran terhadap kemanusiaan dalam konteks konflik yang berlangsung.

Tak hanya itu, Israel juga dihadapkan pada gugatan genosida di Mahkamah Internasional yang berkaitan dengan perang yang terjadi di wilayah tersebut. Masyarakat internasional semakin mendesak agar tindakan yang merugikan warga sipil segera dihentikan dan keadilan ditegakkan dalam konflik ini.

Pernyataan Presiden Petro menyoroti krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza sekaligus memperlihatkan tanggung jawab moral bagi komunitas internasional untuk tidak hanya mengawasi, tetapi juga mengambil tindakan konkret untuk membantu menyelesaikan konflik ini. Sebagai pemimpin, Petro mengajak seluruh negara untuk bersatu demi kepentingan kemanusiaan dan keadilan, serta mengingatkan bahwa ketidakpedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina sama saja dengan mendukung ketidakadilan.

Kolombia, dengan kebijakan tegasnya, menunjukkan komitmen untuk mengawal isu-isu kemanusiaan yang tengah dihadapi oleh masyarakat Palestina dan dukungannya terhadap upaya penyelesaiannya.

Di tengah situasi yang semakin kompleks, pernyataan dan tindakan pemimpin dunia seperti Petro memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat.