- Veda Ega Pratama berlatih menggunakan motor spesifikasi Moto2 menjelang Moto3 GP Jerman.
- Sesi latihan bertujuan untuk meningkatkan teknik pengendalian tanpa jaminan promosi kelas.
- Sachsenring menjadi sirkuit yang menuntut keterampilan tinggi, khususnya dalam pengendalian tikungan.
BLITAR, SUARABLITAR.COM - Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya berlatih menggunakan motor berkapasitas lebih besar beredar luas di media sosial. Motor yang digunakan Veda dikatakan memiliki spesifikasi setara Moto2, dengan kapasitas mesin antara 600 cc hingga 765 cc. Hal ini menimbulkan beragam spekulasi di kalangan penggemar balap, yang menganggap bahwa Veda mungkin sedang dipersiapkan untuk beralih ke kelas yang lebih tinggi dalam kariernya.
Dalam rekaman yang diunggah di platform YouTube tersebut, Veda tampak mengendalikan motor berwarna putih tanpa livery di lintasan tertutup, menandai langkah persiapan menjelang Moto3 GP Jerman yang akan digelar di Sirkuit Sachsenring. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa beberapa narasi dalam video, termasuk komentar dramatis dari manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, serta tuduhan mengenai adanya 'mata-mata' dari tim rival, belum didukung oleh bukti atau konfirmasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di dunia balap Grand Prix, pembalap di kelas Moto3 kerap menjalani program latihan dengan motor berkapasitas besar untuk meningkatkan teknik pengendalian dan laju kecepatan. Latihan dengan motor yang lebih berat ini diharapkan dapat membantu para pembalap memperbaiki sensitivitas terhadap throttle dan teknik pengereman, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan karakteristik motor yang berbeda. Oleh karena itu, meskipun sesi latihan seperti ini terlihat menjanjikan, tidak lantas menjamin bahwa pembalap tersebut akan naik kelas ke Moto2.
Persiapan Veda di Sachsenring menjadi sangat krusial, mengingat sirkuit tersebut dikenal sebagai salah satu yang paling teknis dalam kalender MotoGP. Dengan dominasi tikungan kiri dan tuntutan pengendalian ban yang maksimal, kemampuan Veda dalam mengatur corner speed dan pengereman presisi akan menjadi kunci untuk meraih hasil optimal di balapan mendatang.