- Tingkat keterisian bus sekolah di Kabupaten Blitar mencapai 100 persen.
- Dishub Kabupaten Blitar mengajukan tambahan armada ke Kemenhub untuk memenuhi kebutuhan pelajar.
- Proposal bantuan bus sekolah telah diajukan untuk alokasi bantuan tahun anggaran 2026.
Di Kabupaten Blitar, kebutuhan akan bus sekolah gratis terus mengalami peningkatan yang signifikan. Setiap hari, jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan transportasi ini semakin meluas, mengakibatkan tingkat keterisian bus di beberapa koridor saat ini mendekati 100 persen. Dalam situasi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar merasa perlu untuk segera mengajukan tambahan armada kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Langkah ini diambil dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang mendesak bagi ribuan pelajar di Kabupaten Blitar. Dishub terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan. Selain itu, mereka juga telah mengirimkan surat tindak lanjut terkait proposal bantuan bus sekolah yang telah diajukan sejak akhir tahun 2025, agar dapat dimasukkan dalam alokasi bantuan pemerintah pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, menekankan bahwa kebutuhan akan bus sekolah dalam daerah ini sangat tinggi. Dalam beberapa rute, tingkat okupansi hingga mencapai 98 persen, menggambarkan betapa mendesaknya penambahan armada. Penambahan ini dianggap essential untuk menjaga kualitas pelayanan yang layak dan memadai bagi para pelajar yang setiap hari menempuh perjalanan menuju sekolah.
Diharapkan dengan adanya tambahan armada, layanan transportasi bagi pelajar di Kabupaten Blitar dapat berjalan lebih maksimal, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mengantisipasi pertumbuhan jumlah pelajar di masa mendatang. Upaya ini menjadi langkah penting bagi Dishub dalam menciptakan pelayanan publik yang optimal dan mendukung pendidikan yang lebih baik bagi komunitas lokal.