- Bonsai beringin lokal memiliki daya tarik tinggi dengan karakter yang unik.
- Teknik baru mengambil bahan bonsai mengurangi ketergantungan pada metode cangkok konvensional.
- Pemangkasan daun beringin untuk pakan ternak menjadi salah satu faktor pengurangan bahan bonsai.
BLITAR - Bonsai beringin lokal menjadi salah satu jenis bonsai yang banyak digemari oleh masyarakat Blitar. Dengan karakteristik batang yang unik, akar gantung yang mempesona, serta daya tumbuh yang baik, bonsai beringin menawarkan pesona tersendiri bagi para penghobi. Dalam sebuah video tutorial, seorang pehobi bonsai lokal telah membagikan metode praktis untuk mengambil bahan bonsai dari pohon beringin, tanpa harus mengandalkan teknik cangkok yang memakan waktu lama.
Metode ini memanfaatkan kemampuan alami dari pohon beringin yang dapat dengan cepat mengeluarkan akar maupun tunas baru setelah dilakukan pemangkasan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam video, pohon beringin yang digunakan sebagai contoh merupakan pohon tua yang sudah lama tumbuh di lingkungan sekitar, dan telah menjadi bagian dari pemandangan lokal. Pemilik video ini juga mencatat bahwa dia sebelumnya telah melakukan percobaan dengan menumbuhkan akar pada bagian pohon tertentu, sayangnya hasil percobaannya terpaksa diakhiri karena bagian tersebut telah ditebang oleh orang lain.
Di dalam komunitas peternak kambing di daerahnya, daun beringin juga kerap dimanfaatkan sebagai pakan, sehingga tidak jarang pemangkasan dilakukan. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari alternatif lain dari pohon yang sama. Dalam penelusurannya, ia menemukan bagian lain dari pohon yang sedang dicangkok dengan media tanah. Walaupun teknik cangkok dapat menghasilkan akar, menurutnya, proses tersebut tetap memerlukan waktu yang lebih panjang. Dengan adanya metode baru ini, diharapkan warga Blitar semakin mudah mendapatkan bahan bonsai berkarakter yang dapat mereka nikmati dalam hobi mereka.