- Sanggar Patrialoka meraih penghargaan lima penampil terbaik di Festival Garudeya Mahambara.
- Pertunjukan dramatari 'Sang Garuda' mengangkat kisah heroik dari simbol negara Indonesia.
- Kolaborasi efektif antara seniman muda berkontribusi besar terhadap kesuksesan pertunjukan.
Sanggar Patrialoka, sebuah lembaga seni pertunjukan yang berbasis di Kelurahan Pakunden, Blitar, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai salah satu dari lima penampil terbaik di ajang Festival Garudeya Mahambara yang diselenggarakan di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Keberhasilan ini menjadi simbol kekuatan dan kreativitas seni budaya yang ada di Kota Blitar, serta memperkuat identitas lokal di pentas seni provinsi.
Pada festival tersebut, Sanggar Patrialoka menampilkan dramatari berjudul 'Sang Garuda', sebuah karya yang menceritakan kisah epik mengenai asal-usul Garuda sebagai simbol negara Indonesia. Dalam pertunjukan berdurasi 30 menit ini, penonton diajak menyaksikan perpaduan tari, musik, teater, dan tata panggung yang sangat menarik. Penyampaian cerita yang dinamis dan penuh energi berhasil memukau dewan juri serta ribuan penonton yang hadir, memperlihatkan bahwa budaya lokal Blitar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Mengangkat pesan-pesan heroik dan filsafat yang terkandung dalam lambang negara Garuda Pancasila, pementasan ini terinspirasi dari ideologi daring Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Kisah Garuda yang berjuang untuk membebaskan ibunya, Dewi Winata, dari perbudakan di bawah naga Dewi Kadru, disampaikan melalui sebuah pertunjukan yang tidak hanya mengedukasi tetapi juga menghibur. Berbagai tantangan yang dihadapi Garuda menciptakan alur yang dramatis dan penuh makna, menghadirkan wawasan tentang nilai-nilai kebangsaan kepada penonton.
Keberhasilan Sanggar Patrialoka tak hanya diukir oleh penampil utama, tetapi juga hasil kolaborasi artistik dari para seniman muda yang berperan di balik layar. Galih Rohibinur sebagai sutradara, Albet Yonatan sebagai penata koreografi, dan Maftuh Alvin di posisi penata musik, semuanya bekerja sama dengan harmonis untuk meningkatkan kualitas pertunjukan. Dengan melibatkan seniman-seniman muda berbakat dari Blitar, Sanggar Patrialoka terus membuktikan dedikasinya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal, menginspirasi generasi mendatang untuk terus berkarya dan berkreativitas.