Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Poltekkes Kemenkes Malang Gencarkan Edukasi Pencegahan Stroke Melalui Program 3O+1D dan CERDIK di Blitar

Poltekkes Kemenkes Malang Gencarkan Edukasi Pencegahan Stroke Melalui Program 3O+1D dan CERDIK di Blitar

Poltekkes Kemenkes Malang Gencarkan Edukasi Pencegahan Stroke Melalui Program 3O+1D dan CERDIK di Blitar
Poin Penting:
  • Poltekkes Kemenkes Malang melakukan edukasi pencegahan stroke kepada masyarakat Blitar.
  • Pendekatan 3O+1D dan CERDIK digunakan untuk membekali peserta dengan langkah-langkah pencegahan hipertensi.
  • Senam relaksasi dan pijat punggung diperkenalkan sebagai metode nonfarmakologis untuk pengendalian hipertensi.

Dalam upaya mengurangi risiko stroke akibat hipertensi, Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) yang berlangsung di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar pada Senin (7/9). Kegiatan yang dipimpin oleh Ns Dewi Rachmawati MKep ini berfokus pada edukasi bagi penderita hipertensi dan kader kesehatan untuk mendorong penerapan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri.

Ketua Program Studi D-3 Keperawatan Blitar, Tri Cahyo Septianto MKep SpKMB, menjelaskan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyebab utama stroke yang harus diwaspadai. Melalui inisiatif ini, pihaknya berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pengendalian hipertensi dan menerapkan pendekatan 3O+1D serta CERDIK sebagai panduan untuk meningkatkan kesehatan mereka. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada manajemen hipertensi dengan metode nonfarmakologis yang mendukung pengobatan yang sudah ada. Teknik seperti senam relaksasi napas dalam kogerta dan pijat punggung effleurage dianggap efektif membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga tekanan darah dapat lebih terjaga. “Penting bagi masyarakat untuk menyadari gejala hipertensi, karena kondisi ini sering berjalan tanpa menampakkan tanda-tanda yang jelas, sehingga dikenal sebagai silent killer,” tambah Tri Cahyo.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat mampu mengenali faktor risiko hipertensi, melaksanakan langkah pencegahan mandiri, dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi indikasi kegawatdaruratan stroke. Pendekatan 3O+1D dan CERDIK diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memahami perilaku pencegahan stroke, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan kesehatan secara berkala, dan pentingnya hidup sehat serta mengenali tanda-tanda stroke.