Senin, 12 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Umum › Pentingkah Menggunakan Charger 210 Watt untuk Smartphone Rp1 Jutaan? Simak Hasil Uji Coba Ini!

Pentingkah Menggunakan Charger 210 Watt untuk Smartphone Rp1 Jutaan? Simak Hasil Uji Coba Ini!

Pentingkah Menggunakan Charger 210 Watt untuk Smartphone Rp1 Jutaan? Simak Hasil Uji Coba Ini!
Poin Penting:
  • Penggunaan charger 210 watt pada smartphone Rp1 jutaan tidak langsung merusak, selama sesuai spesifikasi.
  • Sistem pengelolaan daya pada smartphone memastikan pengisian sesuai kapasitas yang didukung.
  • Pentingnya kualitas charger dan kabel untuk menjaga kesehatan baterai smartphone.

Jakarta - Dalam era teknologi yang semakin berkembang, penggunaan charger berdaya tinggi seperti 210 watt umumnya diasosiasikan dengan smartphone premium yang mendukung pengisian daya super cepat. Namun, apa yang terjadi ketika charger dengan kemampuan tersebut digunakan untuk mengisi daya smartphone seharga Rp1 jutaan yang hanya mendukung pengisian 18 watt? Apakah ada risiko baterai rusak, perangkat menjadi panas berlebihan, atau bahkan ledakan? Sebuah eksperimen menggunakan smartphone Poco C40 memberikan pembelajaran berharga bagi pengguna terkait penggunaan charger berdaya tinggi.

Pengujian ini dilakukan untuk merespons keprihatinan pengguna tentang dampak dari teknologi fast charging yang memiliki daya tinggi. Hasil dari eksperimen menunjukkan bahwa meskipun daya charger mencapai 210 watt, smartphone hanya menerima daya yang sesuai dengan batas dukungan perangkat. Pada saat pengisian, daya yang masuk mencapai 18 watt dalam kondisi awal dan sesaat menyentuh 19 watt, namun angka tersebut tidak bertahan lama serta segera mengalami penyesuaian ke kisaran 17 watt selama pengisian berlangsung.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah sistem manajemen daya dalam smartphone berfungsi dengan baik. Smartphone seperti Poco C40 dilengkapi dengan teknologi yang dapat mengatur besaran daya yang diterima agar tidak melampaui kapasitasnya. Jika pengguna menggunakan charger dan kabel berkualitas baik serta sesuai spesifikasi, maka risiko kerusakan baterai dapat diminimalisir.

Setelah proses pengujian selesai, suhu pada smartphone tercatat sekitar 35 derajat Celsius, sementara suhu charger berada di kisaran 26 derajat Celsius. Temuan ini sangat relevan bagi masyarakat Blitar, yang semakin banyak menggunakan smartphone, untuk memahami bahwa penggunaan charger dengan watt tinggi tidak serta merta membahayakan, asalkan digunakan dengan bijak dan memahami spesifikasi perangkat.