Sabtu, 12 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Pengalaman Pengguna Polytron Fox 350 di Blitar: Kendala Indikator dan Setir Putus

Pengalaman Pengguna Polytron Fox 350 di Blitar: Kendala Indikator dan Setir Putus

Pengalaman Pengguna Polytron Fox 350 di Blitar: Kendala Indikator dan Setir Putus
Poin Penting:
  • Pengguna mengeluhkan masalah teknis pada motor listrik Polytron Fox 350 setelah penggunaan tiga bulan.
  • Kesulitan dalam pengurusan dokumen STNK dan BPKB yang harus diambil langsung di service center.
  • Harapan pengguna agar informasi ini menjadi pertimbangan bagi calon pembeli motor listrik.

JEMBER - Seorang pengguna motor listrik Polytron Fox 350 membagikan pengalamannya setelah hampir tiga bulan menggunakan kendaraan tersebut. Dalam laporannya, yang diterima oleh redaksi SuaraBlitar, ia menjelaskan bahwa ia mengalami beberapa kendala signifikan, di antaranya adalah masalah pada indikator huruf 'M' yang sering menyala dan kerusakan pada bagian setir yang putus ketika odometer menunjukkan angka sekitar 1.500 kilometer.

Pengguna motor tersebut, yang mengklaim ingin menyampaikan pandangannya untuk pertimbangan bagi calon pembeli lainnya, menegaskan bahwa pengalamannya adalah sifat subjektif dan tidak dimaksudkan untuk merugikan pihak mana pun. Ia memesan motor ini pada tanggal 20 November 2025 dengan harga Rp16.550.000 dan menerima unit tersebut pada 4 Desember 2025. Selama satu tahun ke depan, ia juga membayar sewa baterai sebesar Rp2.200.000 hingga 6 Desember 2026.

Di samping masalah teknis, pengguna juga mengalami kesulitan dengan pengurusan administrasi kendaraan. STNK dan BPKB yang dijanjikan baru diterima sebulan setelah pembelian, dan ia diharuskan mengambil dokumen tersebut secara langsung di service center di Jember, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari kediamannya. Permintaan untuk pengiriman dokumen lewat pos ditolak dengan alasan keamanan.

Kendala teknis mulai muncul pada bulan Februari 2026, tiga bulan setelah motor beroperasi. Indikator huruf 'M' sering menyala, menyebabkan motor tidak dapat dipacu dan harus berhenti sementara. Ketika melaporkan masalah tersebut kepada pihak service center, pengguna dijadwalkan untuk membawa motor ke lokasi servis, suatu situasi yang membuatnya khawatir akan keselamatan kendaraan selama perjalanan. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi pemilik motor listrik di wilayah Blitar, termasuk layanan purna jual dan keterbatasan jarak akses ke pusat perbaikan.