Senin, 03 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Partisipasi Peserta Keluarga Berencana di Kota Blitar Capai 14.000, Suntik Jadi Metode Utama

Partisipasi Peserta Keluarga Berencana di Kota Blitar Capai 14.000, Suntik Jadi Metode Utama

Partisipasi Peserta Keluarga Berencana di Kota Blitar Capai 14.000, Suntik Jadi Metode Utama
Poin Penting:
  • Jumlah peserta Keluarga Berencana di Kota Blitar mencapai 14.000 jiwa hingga pertengahan tahun 2023.
  • Metode kontrasepsi suntik menjadi pilihan utama, disebabkan oleh kepraktisan penggunaannya.
  • Sebagian besar peserta aktif adalah perempuan, yang berkontribusi sekitar 85% dari total akseptor.

Kota Blitar mencatatkan angka peserta Keluarga Berencana (KB) hingga mencapai 14.000 jiwa pada pertengahan tahun ini, menunjukkan komitmen masyarakat dalam mengatur keluarga. Dari total tersebut, metode kontrasepsi suntik menjadi pilihan utama bagi akseptor, dengan kontribusi mencapai 34% dari seluruh peserta aktif. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Blitar, Mujianto, menyatakan bahwa praktisnya metode suntik menjadi salah satu alasan utama masyarakat memilihnya dibandingkan opsi lainnya.

Data menunjukkan bahwa sekitar 85% dari peserta aktif dalam program KB adalah perempuan, sementara partisipasi laki-laki masih tergolong rendah, di sekitar 15%. Hal ini mencerminkan bahwa perempuan memainkan peranan penting dalam penggunaan layanan kontrasepsi di Kota Blitar. Mujianto menjelaskan bahwa banyak pasangan mulai mengikuti program KB setelah memiliki anak pertama, dan ini biasanya dipengaruhi oleh keinginan untuk mengatur jarak kelahiran demi memastikan pertumbuhan dan pengasuhan anak yang optimal.

Meskipun banyak pasangan memiliki metode kontrasepsi yang lebih mudah digunakan sebagai pilihan awal, DPPPAPPKB mencatat pentingnya kesadaran mengenai kesehatan ibu dan anak dalam pengaturan jarak kehamilan. Pemerintah Kota Blitar telah menyediakan berbagai fasilitas kesehatan yang berkolaborasi dalam menyediakan layanan KB, mulai dari puskesmas hingga klinik swasta. Di samping itu, masyarakat juga memiliki opsi untuk mengikuti program KB secara mandiri melalui fasilitas kesehatan lain, menciptakan akses yang lebih luas untuk semua kalangan.

Secara keseluruhan, tujuan utama dari program Keluarga Berencana ini bukan hanya sekadar menekan angka kelahiran, tetapi juga memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga dengan baik. Dengan jarak kelahiran yang ideal, diharapkan setiap bayi yang lahir dapat memenuhi kebutuhan gizi dengan optimal, sehingga kualitas hidup masyarakat Blitar dapat meningkat.