Sabtu, 25 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Muhammad Syarif Thayib: Kunci Sukses Broadcasting Melalui Personal Branding di Era Digital

Muhammad Syarif Thayib: Kunci Sukses Broadcasting Melalui Personal Branding di Era Digital

Muhammad Syarif Thayib: Kunci Sukses Broadcasting Melalui Personal Branding di Era Digital
Poin Penting:
  • Personal branding menjadi kunci utama untuk bertahan di era digital.
  • Radio tetap relevan, tetapi penyiar harus beradaptasi dengan platform digital.
  • Pengalaman awal Syarif dalam teknik elektronika membentuk karier broadcasting-nya.

TULUNGAGUNG - Di tengah perkembangan pesat dunia media digital, kemampuan untuk membangun personal branding menjadi vital bagi setiap penyiar. Muhammad Syarif Thayib, seorang praktisi penyiaran dan dosen Komunikasi Penyiaran Islam, menegaskan bahwa karakter yang kuat serta keberanian untuk memberikan nuansa berbeda adalah kunci untuk bertahan dalam industri ini. Dalam sebuah podcast yang membahas segudang pengalaman kariernya, Syarif berbagi strategi personal branding serta tantangan yang dihadapi oleh para broadcaster masa kini.

Syarif menjelaskan bahwa sekalipun teknologi terus berkembang, radio tetap memiliki tempat yang signifikan di hati masyarakat. Hal ini menuntut media penyiaran untuk terus beradaptasi dengan platform digital agar tetap relevan dan dapat menjawab kebutuhan audiens. Menurutnya, sekadar memiliki kemampuan berbicara tidak cukup; seorang penyiar juga dituntut untuk memiliki identitas yang mudah dikenali dan diingat oleh publik.

Perjalanan karier Syarif di dunia broadcasting dimulai sejak ia bersekolah di Madrasah Aliyah, meskipun saat itu minatnya lebih condong ke bidang teknik elektronika. Kecintaannya terhadap elektronika membawanya untuk merakit pemancar radio FM sederhana dan menyiarkan kaset musik di lingkungan sekitarnya. Dari pengalaman ini, ia mulai mengasah kemampuannya dalam siaran serta berbicara di depan umum melalui latihan pidato di pesantren.

Setelah melanjutkan pendidikan di Malang, Syarif menjadi aktif di radio kampus, meski awalnya banyak menekuni aspek teknis. Ketika kesempatan memegang mikrofon muncul, Syarif tidak ragu untuk menjawab tantangan tersebut dan mulai mengasah kemampuannya sebagai penyiar, menunjukkan bahwa perjalanan menuju sukses dalam dunia broadcasting tidak lepas dari keberanian untuk mencoba hal baru dan berinovasi.