- Ikan Dewa di Candi Rambut Monte adalah simbol sakral yang dipercaya sebagai penjaga kesucian kawasan.
- Kepercayaan akan Ikan Dewa telah diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Blitar.
- Larangan menangkap Ikan Dewa mencerminkan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Keberadaan Ikan Dewa di Candi Rambut Monte, Kabupaten Blitar, kembali menarik perhatian masyarakat dengan kisah-kisah mistis dan historis yang menyertainya. Kolam patirtaan yang terletak di kawasan wisata sejarah ini dipercaya sebagai habitat bagi ikan-ikan sakral, yang oleh masyarakat lokal disebut sebagai ikan Sengkaring atau Ikan Dewa. Kepercayaan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat setempat.
Sukarti, juru pelihara situs, menjelaskan bahwa ikan-ikan berdimensi besar ini dianggap bukan sekadar penghuni kolam, melainkan penjelmaan dari prajurit Majapahit yang telah dikutuk untuk menjaga kesucian tempat bersejarah ini. Masyarakat percaya bahwa keberadaan ikan ini sangat berhubungan erat dengan kolam patirtaan, yang merupakan sumber air suci serta simbol dari warisan budaya Indonesia.
Pengakuan dari Sukarti menyebutkan bahwa meskipun nama resmi ikan ini dari Dinas Perikanan adalah hiu tawar, sebutan Ikan Dewa lebih populer di kalangan masyarakat, yang mencerminkan nilai spiritual yang mendalam. Ikan-ikan ini diyakini memiliki tugas sakral dalam menjaga kesucian kawasan candi, dan untuk itu, masyarakat melarang keras untuk menangkap, melukai, atau mengganggu ikan-ikan yang mendiami kolam tersebut.
Cerita tentang Ikan Dewa dan sejarah yang melingkupinya menjadi sumber inspirasi bagi para pengunjung sekaligus pelestari budaya lokal. Dengan mengenalkan diorama dan tradisi yang ada, Candi Rambut Monte tidak hanya menjadi tempat wisata tetapi juga pusat keberagaman dan kearifan lokal yang patut dijaga bersama.