Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Menggali Makna Selawat Asghil: Doa Qunut yang Menjadi Harapan Perlindungan

Menggali Makna Selawat Asghil: Doa Qunut yang Menjadi Harapan Perlindungan

Menggali Makna Selawat Asghil: Doa Qunut yang Menjadi Harapan Perlindungan
Poin Penting:
  • Selawat Asghil berkaitan dengan doa qunut yang mengandung permohonan perlindungan dari kezaliman.
  • Penampilan Selawat Asghil di perayaan satu abad Nahdlatul Ulama menarik perhatian masyarakat.
  • Doa ini memiliki relevansi sejarah yang kuat, terutama dalam konteks perjuangan melawan penindasan.

Selawat Asghil, sebuah lantunan yang tidak hanya sebagai pujian kepada Nabi Muhammad SAW, kini semakin dikenal luas, terutama sejak dibawakan oleh empat vokalis cilik pada perayaan satu abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023. Penampilan yang megah ini, diiringi oleh paduan suara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan orkestra di bawah arahan maestro Addie MS, berhasil menarik perhatian masyarakat luas, termasuk di Blitar, akan pentingnya doa ini dalam konteks sosial dan politik.

Dalam penjelasannya, Selawat Asghil dihubungkan dengan sejarah Imam Ja'far ash-Shadiq, yang diketahui menggunakan doa dengan redaksi serupa saat melakukan qunut Subuh bersama jamaahnya. Doa ini lebih dari sekadar pujian; ia merupakan permohonan keselamatan dan perlindungan dari kezaliman, mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh keturunan Rasulullah SAW pada masa yang dipenuhi konflik politik dan penindasan.

Melalui Selawat Asghil, umat Muslim tidak hanya dipanggil untuk memuja Rasulullah, tetapi juga berdoa agar Allah menolong mereka dari tangan-tangan yang zalim. Permohonan terkandung juga mengarah kepada harapan agar orang-orang zalim terlibat dalam pertikaian satu sama lain, sehingga mengurangi tindakan kezaliman yang mungkin mereka tujukan kepada masyarakat. Ini adalah sebuah refleksi dari realitas sejarah yang dialami dalam komunitas, yang relevan dengan konteks lokal di Blitar.

Selawat Asghil juga menjadi sorotan karena anezya pecahnya wilayah di masa penjajahan Belanda, di mana banyak ulama menganjurkan untuk mengamalkannya. Tradisi ini menunjukkan betapa doa ini telah menjadi bagian penting dari perjuangan umat Islam dalam mencapai kedamaian dan perlindungan di tengah kesulitan yang dihadapi. Dengan memahami asal-usul dan makna Selawat Asghil, masyarakat Blitar bisa mengambil hikmah dan kontekstualisasi yang lebih dalam akan kebangkitan spiritual mereka saat ini.