Rabu, 23 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi KPPN Blitar Catat Penyerapan Belanja APBN Hingga 71,85 Persen, Dukung Pembangunan Ekonomi Daerah

KPPN Blitar Catat Penyerapan Belanja APBN Hingga 71,85 Persen, Dukung Pembangunan Ekonomi Daerah

KPPN Blitar Catat Penyerapan Belanja APBN Hingga 71,85 Persen, Dukung Pembangunan Ekonomi Daerah
Poin Penting:
  • Realisasi belanja APBN KPPN Blitar mencapai 71,85% hingga Agustus 2026.
  • Pendapatan negara mencapai Rp 1,55 triliun, didominasi oleh penerimaan perpajakan.
  • KPPN Blitar berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi anggaran.

Blitar – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Blitar menunjukkan hasil yang menggembirakan hingga akhir Agustus 2026. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan efisiensi penggunaan anggaran tetapi juga memperkokoh stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung.

Hingga 31 Agustus 2026, KPPN Blitar mencatat realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1,55 triliun. Di sisi belanja negara, KPPN berhasil menggelontorkan dana sebesar Rp 3,81 triliun, yang menyentuh angka 71,85 persen dari total pagu anggaran yang ditetapkan. Hal ini menjadi penanda bahwa APBN berfungsi secara optimal dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala KPPN Blitar, Neil Edwin, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi di Blitar Raya dan Tulungagung didorong oleh daya beli masyarakat yang kuat, sektor perdagangan yang aktif, serta berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meskipun terdapat tantangan dari situasi geopolitik global. “APBN bukan sekedar angka-angka dalam laporan, tapi merupakan jembatan bagi penerimaan negara yang langsung bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap rupiah yang dikelola seharusnya dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, menciptakan layanan kesehatan yang lebih baik, dan membuka akses pendidikan yang lebih luas,” jelas Neil dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu (23/9).

Neil juga merinci bahwa dari total pendapatan negara sebesar Rp 1,55 triliun, kontribusi tertinggi berasal dari Penerimaan Perpajakan dengan akumulasi Rp 1,29 triliun. Sektor ini terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) sebanyak Rp 294,13 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mencapai Rp 199,17 miliar, serta pajak lainnya dan Cukai yang mendominasi dengan total mencapai Rp 592,11 miliar. Di sisi lain, dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kontribusi berasal dari PNBP Lainnya yang mencapai Rp 99,44 miliar dan BLU yang menembus Rp 166,77 miliar.

Dalam hal pengeluaran, belanja negara yang telah terealisasi sebesar Rp 3,81 triliun terbagi dalam dua pilar utama: Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang mencakup Rp 780,43 miliar dan Transfer ke Daerah serta Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 3,04 triliun. Dengan demikian, APBN berfungsi sebagai alat kontribusi yang signifikan dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Blitar dan sekitarnya.