Kamis, 15 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › Keterlambatan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN di Kulon Progo: Harapan dan Keresahan

Keterlambatan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN di Kulon Progo: Harapan dan Keresahan

Keterlambatan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN di Kulon Progo: Harapan dan Keresahan
Poin Penting:
  • Keterlambatan pencairan TPG menimbulkan keresahan di kalangan guru non-ASN di Kulon Progo.
  • Kepala sekolah TN menyatakan bahwa enam guru di sekolahnya belum menerima tunjangan sejak Agustus 2026.
  • Saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab keterlambatan pencairan TPG.

KULON PROGO - Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN di daerah Kulon Progo, Yogyakarta, mengalami keterlambatan signifikan yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Sejumlah guru dari sekolah swasta mengungkapkan bahwa mereka belum menerima tunjangan ini sejak Agustus 2026, meskipun sistem pencairan TPG tahun ini direncanakan dilakukan setiap bulan. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan para pendidik, mengingat TPG merupakan sumber pendapatan penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

TN, kepala sekolah swasta yang berada di Kapanewon Sentolo, menjelaskan bahwa sejumlah tenaga pendidik di sekolahnya telah lama menantikan pencairan tersebut. Situasi ini kontras dengan tahun-tahun sebelumnya ketika proses pencairan TPG berjalan lancar tanpa kendala berarti. Informasi yang beredar di kalangan guru melalui grup WhatsApp menunjukkan bahwa banyak di antara mereka mengharapkan kejelasan terkait penyebab keterlambatan serta kepastian waktu pencairan yang tidak kunjung tiba.

Saat ini, di sekolah yang dipimpin TN terdapat delapan tenaga pendidik, terdiri dari enam guru kelas, satu guru olahraga, dan dirinya sendiri sebagai kepala sekolah. Sementara seorang guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) telah menerima TPG secara tepat waktu, keenam guru non-ASN lainnya hingga kini masih menunggu pencairan sejak Agustus 2026. TN sendiri mengaku belum mendapatkan tunjangan tersebut sejak September.

Keterlambatan ini memicu pertanyaan di kalangan guru mengenai apa yang menyebabkan terhentinya proses penyaluran TPG. Mereka merasa khawatir karena sebelumnya mereka telah terbiasa menerima tunjangan dengan lancar. Hingga berita ini diturunkan pada Senin, 12 Oktober 2026, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab keterlambatan pencairan TPG ini. TN berharap agar masalah ini segera mendapatkan perhatian dari pihak berwenang sehingga hak para guru yang memenuhi ketentuan dapat dicairkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.