- Warung Mbah Rumini di Blitar menyajikan belut krispi legendaris yang diminati banyak pengunjung.
- Proses pembuatan belut dilakukan secara made to order untuk menjaga kesegaran dan rasa.
- Harga yang terjangkau membuat belut krispi Mbah Rumini menjadi pilihan kuliner favorit di kawasan Blitar.
BLITAR – Di tengah pesona kuliner Jawa Timur, Warung Mbah Rumini menjadi salah satu destinasi yang menawarkan olahan belut krispi yang memikat banyak hati. Terletak di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, warung ini telah beroperasi sejak tahun 1991 dan dikenal akan sajian belut yang ditemani sambal bawang super pedas, sebuah kombinasi unik yang telah menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Cerita di balik kelezatan sajian ini dimulai dari sebuah kebetulan. Seorang pelajar lokal pada suatu ketika memesan belut goreng tepung dengan sambal bawang ulek yang segar. Dari momen itu, menu spesial ini berkembang dan menjadi favorit masyarakat. Dengan komitmen yang kuat terhadap mutu, Warung Mbah Rumini sangat teliti dalam memilih bahan baku, mengandalkan pasokan belut segar dari pengepul langganan yang diperoleh setiap hari sebanyak 10 kilogram.
Keistimewaan dari belut krispi yang disajikan di Mbah Rumini terletak pada proses pembuatannya yang dilakukan secara made to order, sehingga setiap porsi yang dihidangkan terasa hangat dan renyah. Dalam sehari, mereka mampu menjual hingga 180 porsi belut krispi, berkat teknik penggorengan yang tetap menjaga kesegaran dan cita rasa. Daging belutnya yang gurih berpadu sempurna dengan sambal bawang, menambah kesan nikmat dalam setiap gigitan.
Menariknya, setiap harinya Mbah Rumini menghabiskan sekitar 1,5 kilogram cabai rawit untuk membuat sambal bawang yang menjadi favorit pelanggan. Harga yang sangat terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri, di mana satu porsi belut krispi hanya dibanderol Rp 5.000, sedangkan dengan nasi hangat, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 7.000. Dengan harga yang ramah di kantong ini, tidak heran jika Warung Mbah Rumini tak pernah sepi pengunjung dan menjadi pilihan kuliner utama di Blitar.