Jumat, 07 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Jejak Sejarah Kota Blitar: Dari Aryo Blitar hingga Identitas Kota Patriot

Jejak Sejarah Kota Blitar: Dari Aryo Blitar hingga Identitas Kota Patriot

Jejak Sejarah Kota Blitar: Dari Aryo Blitar hingga Identitas Kota Patriot
Poin Penting:
  • Sejarah Blitar terkait erat dengan sosok Aryo Blitar di masa Kerajaan Majapahit.
  • Nama Blitar berasal dari penggabungan kata ‘Bali’ dan ‘Tartar’ sebagai simbol kemenangan.
  • Perjuangan sejarah Blitar melibatkan berbagai tokoh lokal dan peristiwa penting hingga masa kolonial.

Sejarah Kota Blitar merupakan bagian vital dari perjalanan panjang provinsi Jawa Timur, mencakup asal-usul penamaan yang erat dikaitkan dengan sosok legendaris Aryo Blitar di era Kerajaan Majapahit. Dalam tradisi lisan yang telah ada sejak berabad-abad, masyarakat Blitar menyimpan cerita mengenai pembukaan lahan yang dulunya merupakan hutan lebat oleh Nila Suwarna, seorang pahlawan kepercayaan Kerajaan Majapahit. Kisah ini diwariskan secara turun-temurun, menggambarkan pentingnya peran tokoh-tokoh lokal dalam membentuk identitas daerah.

Nila Suwarna, yang juga dikenal dengan nama Gusti Sudomo, adalah anak dari Adipati Wilatikta Tuban. Ia mendapatkan tugas penting untuk menumpas sisa-sisa pasukan Tartar dari Mongolia yang bersembunyi di hutan selatan Blitar. Keberhasilannya dalam misi tersebut memberikan hak untuk mengelola kawasan hutan yang telah dibuka, dan diakui melalui gelar Adipati Aryo Blitar I. Nama Blitar sendiri diperkirakan berasal dari penggabungan kata ‘Bali’ dan ‘Tartar’, yang bertransformasi menjadi ‘Balitar’ dan selanjutnya menjadi ‘Blitar’, simbol pengusiran pasukan Tartar dari wilayah tersebut.

Sebagai pemimpin wilayah di bawah kekuasaan Majapahit, Aryo Blitar I membangun struktur pemerintahan yang menjadikan Blitar sebagai salah satu daerah penting. Namun, perjalanan sejarah Blitar tidak selalu lancar. Pasca wafatnya Aryo Blitar I akibat pemberontakan yang dipimpin Ki Sengguruh, perubahan kepemimpinan terjadi sebelum wilayah tersebut dipimpin oleh Djoko Kandung, yang bergelar Aryo Blitar III. Perjuangan untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah berlanjut hingga tahun 1723, ketika Blitar jatuh ke tangan Belanda atas keputusan Raja Amangkurat, yang menyerahkan wilayahnya sebagai imbalan atas dukungan dalam konflik internal.

Cerita sejarah ini bukan hanya tentang nama dan tahun, tetapi juga merupakan rangkaian perjuangan dan pengorbanan para tokoh lokal yang membentuk karakter Kota Blitar. Menelusuri jejak sejarah ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang identitas Blitar sebagai Kota Patriot, yang terikat dengan akar sejarah dan budaya yang kaya.