- BYD Atto 2 hadir dengan dua varian: EV dan DM-i, cocok untuk mobilitas perkotaan.
- Varian DM-i menawarkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik dengan jarak tempuh hingga 1.045 km.
- Varian EV memiliki performa kota dengan pengisian cepat, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen.
BYD Atto 2, kendaraan yang dinantikan kehadirannya, kini resmi diluncurkan dengan dua pilihan sistem penggerak: mobil listrik murni (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dalam varian DM-i. Crossover subkompak ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan masyarakat, menawarkan kombinasi tenaga listrik yang efisien dan fitur-fitur modern terkini. Dengan desain yang stylish, Atto 2 tak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai pernyataan gaya hidup modern.
Varian DM-i dari BYD Atto 2 mengandalkan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai berkapasitas 7,9 kWh. Dengan kombinasi ini, kendaraan mampu menghasilkan tenaga maksimum 163 hp dan torsi 300 Nm, serta menjanjikan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik saja hingga 45 kilometer. Ini memberikan keuntungan bagi pengguna yang mencari fleksibilitas dalam perjalanan, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan seringkali dipenuhi dengan kemacetan.
Di sisi lain, varian EV dari BYD Atto 2 menawarkan performa yang menarik dengan tenaga motor listrik tunggal yang dapat memproduksi 174 hp dan torsi 290 Nm. Baterai berkapasitas 45,1 kWh memungkinkan pengisian cepat dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit, sehingga sangat cocok untuk ritme kehidupan masyarakat yang dinamis. Menariknya, kedua varian ini menjanjikan jarak tempuh yang impresif; DM-i mampu melaju hingga 1.045 kilometer ketika memanfaatkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, serta menyajikan opsi mobilitas ramah lingkungan.
Dengan keberadaan kedua varian ini di pasar, BYD Atto 2 menawarkan karakter dan performa yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan preferensi konsumen. Di sisi harga, perbedaan antara versi DM-i dan EV juga tidak terlalu signifikan, membuktikan bahwa teknologi kendaraan ramah lingkungan kini semakin terjangkau. Rencana kehadiran Atto 2 di Indonesia, khususnya Blitar, menjadi suatu harapan baru bagi para pecinta otomotif lokal yang menginginkan opsi kendaraan yang lebih efisien dan modern.