Rabu, 14 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Umum › Dampak Karhutla: 1.673 Penerbangan Terdampak, IMF Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi Global

Dampak Karhutla: 1.673 Penerbangan Terdampak, IMF Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi Global

Dampak Karhutla: 1.673 Penerbangan Terdampak, IMF Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi Global
Poin Penting:
  • Sebanyak 1.673 penerbangan terdampak akibat karhutla di Indonesia.
  • Koordinasi Kemenhub dengan pengelola bandara untuk menjaga keselamatan penerbangan.
  • Sedikitnya 639,23 hektare lahan masih terbakar di enam provinsi.

Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan dan Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan publik pada Selasa, 13 Oktober 2026. Isu ini menjadi isu utama di daftar berita terpopuler IDX Channel, terutama terkait dampak kabut asap yang mengganggu operasional penerbangan domestik. Data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat bahwa sebanyak 1.673 penerbangan mengalami dampak signifikan, dengan 907 penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda, sementara 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain dan enam penerbangan harus kembali ke bandara asal mereka.

Kondisi asap akibat kebakaran ini mempengaruhi jarak pandang yang membuat keselamatan penumpang menjadi prioritas utama bagi penyelenggara penerbangan. Kemenhub terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas dan pengelola bandara serta maskapai penerbangan, untuk memantau dan menangani situasi yang berkembang. Beberapa maskapai juga melaporkan jumlah penerbangan yang terdampak, dengan Citilink Indonesia mencatat 478 penerbangan, diikuti oleh 6 Air dengan 300 penerbangan, Wings Air sebanyak 227 penerbangan, dan Super Air Jet sebanyak 161 penerbangan.

Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran hutan masih berlangsung di enam provinsi, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total luas lahan yang terbakar mencapai 639,23 hektare. Sementara itu, di panggung internasional, Dana Moneter Internasional (IMF) juga menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang terus mengalami dinamika. Isu ini turut menarik perhatian masyarakat yang mencermati bagaimana krisis lingkungan dan ekonomi saling berhubungan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari.