- BPS Kota Blitar menggelar Sensus Ekonomi door-to-door hingga 31 Agustus 2026.
- Cakupan sensus kini mencakup pelaku usaha digital dan konten kreator.
- Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk perumusan kebijakan ekonomi yang tepat dari pemerintah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar telah memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi dengan metode door-to-door, menjangkau setiap rumah untuk memperbarui data yang terkait dengan pelaku usaha di Kota Blitar. Kegiatan sensus ini tidak hanya menjangkau pengusaha tradisional seperti pemilik bengkel, tetapi juga mencakup konten kreator yang mendapatkan penghasilan dari platform digital. Hal ini menunjukkan komitmen BPS dalam menangkap realitas ekonomi yang semakin beragam di era digital.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito, menjelaskan bahwa sebanyak 119 petugas sensus telah ditugaskan untuk melakukan pendataan yang berlangsung sampai 31 Agustus 2026. Proses pendataan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data mengenai masyarakat dan pelaku usaha di Kota Blitar, mulai dari usaha mikro hingga yang lebih besar. Selain itu, sensus juga akan mencakup informasi mengenai jumlah tenaga kerja, omzet, serta jenis usaha yang dijalankan oleh masyarakat.
Hanung menegaskan bahwa data yang diperoleh melalui sensus ini akan menjadi acuan bagi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam merumuskan kebijakan ekonomi, merancang program bantuan, serta perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Oleh karena itu, sangat penting bagi warga Kota Blitar untuk memberikan informasi yang akurat saat petugas sensus melakukan wawancara.
BPS juga memastikan kepada masyarakat untuk tidak merasa khawatir saat petugas melakukan pendataan. Seluruh petugas dilengkapi dengan tanda pengenal, rompi, dan surat tugas resmi. Proses wawancara diperkirakan hanya memakan waktu antara 10 hingga 30 menit dan tanpa biaya apapun. Tidak hanya itu, untuk warga yang belum tercatat, petugas BPS berkomitmen untuk terus mendatangi hingga semua data terupdate dan akurat.