Internasional

Ahmed al-Rahawi Tewas, Houthi Diprediksi Terus Luncurkan Serangan ke Israel

Avatar photo
7
×

Ahmed al-Rahawi Tewas, Houthi Diprediksi Terus Luncurkan Serangan ke Israel

Sebarkan artikel ini

Ahmed al-Rahawi Tewas, Namun Serangan Houthi ke Israel Diprediksi Berlanjut

Ahmed al-Rahawi, pemimpin kabinet Houthi di Yaman sejak tahun 2024, dilaporkan telah tewas. Meski kehilangan ini mengguncang kelompok yang didukung Iran tersebut, banyak pengamat berpendapat bahwa serangan peluru kendali Houthi terhadap Israel tidak akan terhenti dalam waktu dekat.

Menurut sumber terpercaya, al-Rahawi merupakan sosok sentral dalam strategi militer Houthi yang telah meluncurkan sejumlah serangan ke arah Israel dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, para analis mencatat bahwa kelompok Houthi telah membangun struktur kepemimpinan dan jaringan operasi yang dapat terus berfungsi tanpa dipimpin oleh al-Rahawi.

Sejak munculnya krisis di Yaman, Houthi yang didukung Iran telah mengambil alih kekuasaan di sebagian besar wilayah barat negara tersebut dan secara aktif berkonflik dengan koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Serangan terhadap Israel menjadi bagian dari strategi politik dan militernya yang lebih luas, yang sering kali berkaitan dengan konflik regional yang melibatkan Iran dan sekutunya.

Al-Rahawi, yang dikenal sebagai tokoh kunci dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan, dijadwalkan untuk memimpin sejumlah inisiatif baru dalam tahun ini. Meskipun kematiannya mungkin menjadi pukulan bagi moral kelompok tersebut, Houthi dapat mengandalkan sejumlah komandan dan pejabat tinggi lainnya untuk meneruskan agenda mereka.

Banyak pengamat memperkirakan bahwa kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan al-Rahawi dapat segera diisi, dan ketidakstabilan ini justru dapat meningkatkan intensitas serangan mereka. Seperti yang diungkap oleh seorang analis konflik, “Hilangnya satu pemimpin tidak akan menghentikan momentum yang telah dibangun oleh Houthi. Mereka memiliki rencana jangka panjang yang telah terstruktur dengan baik.”

Selain itu, dukungan militer dan logistik yang terus mengalir dari Iran menjadi faktor kunci dalam kemampuan Houthi untuk tetap aktif di lapangan meskipun terdapat perubahan dalam kepemimpinan. Hal ini menandakan bahwa serangan terhadap Israel yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir akan terus berlanjut sebagai bagian dari agenda mereka, terlepas dari situasi internal yang mereka hadapi.

Kesimpulannya, meskipun Ahmed al-Rahawi telah tiada, dampaknya terhadap operasi Houthi terhadap Israel diperkirakan tidak akan signifikan. Para pemimpin lainnya di dalam kelompok tersebut, didukung oleh infrastruktur yang ada, kemungkinan besar akan terus melancarkan serangan. Keadaan ini menunjukkan bahwa dinamika konflik di wilayah Timur Tengah masih jauh dari kata selesai.