Internasional

Demo Meluas Usai Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Avatar photo
5
×

Demo Meluas Usai Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Sebarkan artikel ini

Demo Meluas di Indonesia Setelah Kematian Pengemudi Ojol, Affan Kurniawan

Jakarta, CNN Indonesia – Gelombang unjuk rasa menuntut keadilan dan reformasi sosial melanda beberapa kota di Indonesia, dipicu oleh kematian tragis Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis, 28 Agustus. Insiden tersebut memicu kemarahan publik, dengan demonstrasi berkobar di Jakarta serta beberapa kota besar lainnya, termasuk Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar, pada Jumat, 29 Agustus.

Pemberitaan mengenai gelombang demo ini mendapat sorotan luas dari berbagai media asing. ABC Australia dalam laporan berjudul “Demo di Indonesia Meluas Seiring Meningkatnya Kemarahan Warga Usai Pengemudi Ojol Tewas Ditabrak Rantis Polisi” menjelaskan bahwa aksi protes ini menyebar cepat mengingat situasi yang semakin memanas di kalangan masyarakat. Al Jazeera memberikan perincian lebih lanjut, mencatat bahwa para pengunjuk rasa di Jakarta mencoba mengakses Markas Komando Brimob dan terpaksa dihadang dengan semprotan air dan gas air mata dari pihak kepolisian.

Saksi mata di lokasi kejadian menyatakan bahwa Affan Kurniawan, saat terjebak di kerumunan, tidak terlibat dalam aksi protes. “Rantis Brimob tiba-tiba melaju kencang menerobos kerumunan dan menabrak Kurniawan, hingga terjatuh. Mobil itu malah melindasnya,” ungkap salah seorang saksi, seperti yang tertuang dalam laporan Al Jazeera. Kejadian nahas itu terjadi saat polisi berusaha membubarkan massa yang sedang memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR dan pajak.

Sejak tanggal 25 Agustus, masyarakat sudah mulai berunjuk rasa menolak kebijakan tersebut, dan aksi protes mencapai puncak setelah insiden tragis menimpa Affan. Channel NewsAsia melaporkan bahwa kematian Affan menjadi “bara” bagi protes di Jakarta, memicu kemarahan yang lebih besar di kalangan masyarakat.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang sedang berlangsung. Dia menyerukan agar semua pihak menjunjung tinggi hukum dan keamanan dalam menyampaikan pendapat.

Media Singapura, Straits Times, juga mengikuti perkembangan ini, mencatat bahwa protes besar ini tidak hanya dipicu oleh kematian Affan tetapi juga dampak dari kebijakan pemerintah yang semakin tidak populis. Diharapkan, pemerintah dapat mendengarkan suara rakyat demi menjaga stabilitas negara.

Kematian Affan Kurniawan memiliki makna lebih dalam. Ini menggambarkan ketegangan yang terjadi antara aparat keamanan dan masyarakat, terutama di tengah situasi sosial politik yang sedang memanas. Aksi demonstrasi ini merupakan ungkapan dari harapan rakyat untuk keadilan dan tuntutan transparansi dalam setiap kebijakan yang diambil.

Dengan latar belakang tersebut, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah proaktif untuk menanggapi tuntutan masyarakat dengan bijaksana, serta memastikan perlindungan hak asasi manusia dan keselamatan setiap individu tanpa terkecuali.

Protes di Indonesia menunjukkan dinamika penting dalam masyarakat yang berusaha mengadvokasi perubahan, dan sudah saatnya bagi pemerintah untuk merenggangkan hubungan dengan rakyat melalui dialog yang konstruktif.