Longsor Terjang Jalur Perbukitan Piket Nol, Akses Jalan Lumajang-Malang Tersendat
Lumajang – Jalur perbukitan Piket Nol di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang mengalami longsor pada dini hari, Sabtu (30/8/2025), sekitar pukul 00.30 WIB. Longsor terjadi di tiga titik berbeda, yakni pada KM 54 dan KM 56, mengakibatkan material tanah menutup sebagian bahu jalan utama yang menghubungkan Lumajang dan Malang.
Dwi Nur Cahyo, Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, mengungkapkan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah menjadi labil. “Dalam peristiwa ini, sebuah truk tertimpa material longsor, namun beruntung sopirnya selamat,” kata Dwi saat dihubungi detikjatim.
Akibat dari longsor ini, akses jalan Lumajang-Malang lumpuh total karena material tanah menutup jalur yang biasa dilalui kendaraan. Hal ini tentu mengganggu mobilitas warga dan distribusi barang antara kedua daerah.
BPBD bersama dengan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Tengah telah dikerahkan untuk melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat. Langkah ini diambil agar jalan lintas selatan dapat segera dibuka kembali untuk pengguna jalan. Pihaknya menghimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati dan memilih jalur alternatif selama proses pembersihan.
Longsor seperti ini menjadi perhatian khusus, terutama di musim hujan yang berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat. Sebelumnya, kejadian serupa seringkali terjadi di daerah perbukitan, mengingat kondisi geologis dan cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana tanah longsor perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi dari pihak berwenang.
Seorang warga setempat, Sandi (45), mengungkapkan kekhawatirannya. “Jalur ini sangat penting bagi kami. Saat hujan, longsor kerap terjadi. Kami berharap pemerintah bisa lebih aktif dalam memasang alat pemantau tanah longsor di daerah ini,” ucapnya.
Bencana alam seperti longsor ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut. Longsor yang menutup jalan dapat mempersulit akses ke pusat pelayanan seperti rumah sakit dan pasar, serta mempengaruhi distribusi barang dan kebutuhan pokok.
Dalam konteks ini, langkah-langkah preventif sangat diperlukan, termasuk pengecekan rutin terhadap kondisi tanah di daerah rawan longsor, serta pemeliharaan drainase yang baik agar air bisa mengalir dengan lancar dan mengurangi tekanan air di tanah.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap potensi bencana yang dapat mengancam keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Peningkatan infrastruktur dan sistem peringatan dini juga menjadi hal yang esensial dalam mengurangi dampak bencana di masa mendatang.
Sebagai penutup, masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi terkini dari BPBD setempat, khususnya saat musim hujan guna memastikan keselamatan bersama.