Berita

Kalender Jawa Agustus 2025: Pentingnya Weton dan Pasaran untuk Menentukan Hari Baik

Avatar photo
5
×

Kalender Jawa Agustus 2025: Pentingnya Weton dan Pasaran untuk Menentukan Hari Baik

Sebarkan artikel ini

Kalender Jawa: Menentukan Hari Baik dan Karakter di Bulan Agustus 2025

Surabaya – Kalender Jawa terus menjadi acuan bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam menentukan hari baik untuk pernikahan, acara penting, dan memahami karakter seseorang berdasarkan weton. Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, masyarakat Jawa merayakan hari dengan pasaran Wage dan weton Sabtu Wage, yang memiliki makna khusus dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sistem kalendar Jawa, terdapat dua belas bulan yang mengikuti peredaran bulan, menggunakan kombinasi siklus Pancawara (lima hari) dan Saptawara (tujuh hari). Di bulan Agustus 2025, masyarakat Jawa melewati fase Sapar, bulan kedua, sebelum beralih ke bulan Mulud, bulan ketiga, yang mengawali bulan Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah.

Kalender Jawa lebih mirip dengan kalender Hijriah dibandingkan dengan kalender Masehi, karena keduanya menggunakan perhitungan lunar. Namun, perbedaan signifikan terletak pada waktu pergantian hari. Dalam kalender Jawa, hari baru dimulai saat matahari terbenam (ba’da magrib), sedangkan dalam kalender Masehi, pergantian hari terjadi pada tengah malam.

Pasaran dan Weton: Makna di Balik Hari

Setiap hari dalam kalender Jawa juga memiliki pasaran, yang terdiri dari Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Kombinasi antara hari dan pasaran ini dikenal sebagai weton, yang dipercaya dapat memberikan petunjuk mengenai karakter seseorang. Untuk hari ini, 30 Agustus 2025, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Kalender Jawa: 6 Mulud 1959
  • Kalender Masehi: 30 Agustus 2025
  • Kalender Hijriah: 6 Rabiul Awal 1447 Hijriah
  • Pasaran: Wage
  • Weton: Sabtu Wage

Weton Sabtu Wage memiliki neptu 13, diperoleh dari penjumlahan nilai hari Sabtu (9) dan nilai pasaran Wage (4). Seseorang yang lahir di bawah weton ini biasanya memiliki pendirian yang kuat, setia, dan murah hati kepada orang terdekat. Namun, mereka juga cenderung emosional dan mudah tersulut jika rencananya tidak berjalan sesuai harapan.

Sejarah dan Praktik Kalender Jawa

Bulan Agustus 2025 memutar kembali kenangan tradisi Jawa, di mana bulan Sapar yang dimulai pada 27 Juli 2025, sering kali diiringi dengan ritual bersih desa dan perenungan. Masyarakat Jawa biasanya memanfaatkan bulan Sapar dengan penuh kehati-hatian karena dianggap membawa energi “berat”. Kegiatan ini sering kali dilakukan dalam bentuk slametan Sapar untuk mendatangkan keselamatan dan keberkahan.

Menginjak bulan Mulud, masyarakat akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diwarnai dengan berbagai tradisi keagamaan dan acara muludan. Bulan ini diharapkan menjadi waktu untuk memperbarui spiritual dan meningkatkan hubungan sosial.

Kementerian Agama (Kemenag) secara rutin mempublikasikan kalender Hijriah dan penanggalan Jawa sebagai panduan bagi masyarakat. Ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menentukan hari-hari penting keagamaan dan adat istiadat, termasuk hari baik untuk hajatan, pindah rumah, dan memulai usaha.

Melalui kalender Jawa, masyarakat tidak hanya disuguhkan dengan tanggal dan rincian penting, tetapi juga diminta untuk merenungkan arti dari setiap weton yang diyakini merepresentasikan karakter dan nasib seseorang. Ini menjadi bukti betapa pentingnya tradisi warisan leluhur dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan lokal.

Dengan demikian, Kalender Jawa tetap relevan dalam masyarakat modern, menjadi pedoman yang tak lekang oleh waktu, dan menciptakan jembatan antara tradisi dan kehidupan sehari-hari.