Nasional

Massa Unjuk Rasa Jebol Pagar Parlemen, Aksi Berlanjut hingga Malam

Avatar photo
4
×

Massa Unjuk Rasa Jebol Pagar Parlemen, Aksi Berlanjut hingga Malam

Sebarkan artikel ini

Massa Aksi Bertahan di Depan Gedung Parlemen, Pagar Dirusak

Massa unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen Jakarta masih bertahan hingga malam hari, Jumat. Pada pukul 20.00 WIB, para demonstran berhasil menjebol sebagian pagar di samping gedung DPR. Akibat peristiwa ini, kondisi di lokasi semakin tegang setelah beberapa anggota massa memasuki area parlemen.

Pagar yang berada di dekat akses menuju Sekretariat Jenderal DPD RI tampak rusak parah, dengan sebagian bagian hilang. Setelah menjebol pagar, sejumlah pengunjuk rasa memasuki kompleks sambil membawa benda-benda seperti bambu, batu, dan botol air mineral. Namun, aksi tersebut dihalau oleh aparat Brimob dan TNI, yang berupaya memundurkan massa.

Setelah massa keluar dari area gedung, pihak TNI segera membentuk barikade untuk menggantikan pagar yang dibongkar. Tidak lama setelah itu, massa kembali menunjukkan aksi dengan melakukan pembakaran dan melemparkan barang-barang, termasuk menyalakan petasan.

Seorang anggota polisi berusaha menenangkan massa melalui pengeras suara, meminta mereka untuk bersabar dan bekerja sama. “Teman-teman mohon bersabar, ada abang-abang kalian dari TNI. Mohon kerja samanya,” ujarnya dengan nada persuasif.

Polisi juga mengimbau agar massa tidak melakukan tindakan anarkis dan menekankan bahwa mereka telah diberikan waktu yang cukup untuk menyampaikan aspirasi. “Kami tak ingin bentrok, silakan keluar,” tambah polisi tersebut.

Meskipun demikian, beberapa kali massa mencoba kembali memasuki kompleks parlemen, sementara aparat Brimob tetap siaga dengan tameng untuk menghalau upaya tersebut. Keadaan di sekitar lokasi masih dipenuhi ketegangan dan kekhawatiran akan bentrokan lebih lanjut.

Situasi ini menjadi sorotan banyak pihak, terlebih dengan adanya laporan tentang aksi lain yang berlangsung di berbagai lokasi di Jakarta. Demonstrasi ini menunjukkan gejolak yang terjadi di masyarakat, di mana banyak yang merasa perlu untuk berunjuk rasa guna menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka kepada pemerintah.

Pihak kepolisian dan TNI berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya aksi unjuk rasa ini, dengan harapan tidak terjadi tindakan yang merugikan baik bagi massa maupun aparat. Aparat terus berupaya untuk mengontrol situasi dan memberikan kesempatan bagi para pengunjuk rasa untuk menyampaikan suara mereka dengan damai.

Seiring dengan perkembangan yang terjadi, masyarakat berharap situasi dapat kembali kondusif dan pihak berwenang dapat menemukan jalan keluar yang konstruktif untuk merespon tuntutan yang diajukan oleh para demonstran. Sebuah dialog yang terbuka dan konstruktif dinilai sangat penting guna menghindari bentrok yang tidak diinginkan dan memastikan keamanan di lingkungan masyarakat.

Kondisi ini menandakan perlunya perhatian lebih dalam mengelola aspirasi masyarakat, agar setiap suara dapat didengar dan ditanggapi dengan serius oleh pemerintah.