Berita

Massa Demo di Surabaya Ricuh, Motor Aparat Terbakar dan Pagar Grahadi Dirusak

Avatar photo
2
×

Massa Demo di Surabaya Ricuh, Motor Aparat Terbakar dan Pagar Grahadi Dirusak

Sebarkan artikel ini

Demonstrasi Ricuh di Surabaya, Pagar Gedung Grahadi Dirusak Massa

SURABAYA – Kericuhan meletus dalam demonstrasi yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada sore hari ini. Massa yang berjumlah besar merusak pagar dan fasilitas di area gedung, menyulut ketegangan di lokasi.

Pantauan di lapangan pada pukul 15.45 WIB, pertikaian antara demonstran dan aparat masih berlangsung. Pagar di sisi barat Gedung Grahadi dibuka oleh pihak kepolisian untuk mencoba memukul mundur para pengunjuk rasa. Sementara itu, pagar di sisi timur terlihat dalam kondisi nyaris roboh, menunjukkan dampak aksi tersebut.

Massa yang terlibat dalam demonstrasi tersebut melemparkan batu, serpihan kaca, dan kayu ke arah gedung. Permasalahan memanas ketika para demonstran mulai menyalakan petasan dan mengarahkannya ke dalam Gedung Grahadi. Di area parkir motor dekat gerbang timur, beberapa sepeda motor terbakar, diduga merupakan kendaraan milik aparat kepolisian yang bertugas menjaga keamanan.

Mayoritas demonstran mengenakan pakaian serba hitam, dengan sebagian dari mereka menggunakan atribut ojek online. Suasana semakin tegang saat sekelompok orang mencoba menerobos gerbang utama, melontarkan botol air mineral dan batu ke dalam kerumunan.

Polisi yang disiagakan di lokasi segera mengingatkan massa untuk menghentikan aksi pelemparan. “Jangan ada provokasi,” kata salah satu petugas sambil berusaha menenangkan keadaan. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Massa berhasil menjebol pagar dan melakukan aksi lebih agresif, termasuk membakar sepeda motor.

Dalam upaya meredam kericuhan, polisi menerjunkan water cannon untuk membubarkan kerumunan. Aksi ini diyakini sebagai bentuk solidaritas atas kematian seorang driver ojek online yang tewas dalam demonstrasi sebelumnya di Jakarta, menciptakan simpati dan kemarahan di kalangan pengunjuk rasa.

Situasi di sekitar Gedung Grahadi terus memanas, dengan massa berlarian di area sekitarnya. Aparat kepolisian berusaha maksimal untuk mengendalikan situasi agar tidak menjadi semakin kacau. Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap sejumlah isu yang sedang hangat diperbincangkan, dan menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut terkait pengawalan demonstrasi di daerah ini.

Peristiwa ini menjadi sorotan, tidak hanya di tingkat lokal Surabaya tetapi juga secara nasional, mengingat dampaknya terhadap citra keamanan dan ketertiban umum. Pihak keamanan diharapkan dapat mengambil langkah tepat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan mengedepankan dialog dengan masyarakat untuk mencari solusi yang lebih konstruktif.