Kunjungan Kim Jong Un ke Tiongkok untuk Hadiri Parade Militer Beijing
Jakarta, CNN Indonesia – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dipastikan akan melakukan kunjungan ke Tiongkok pada minggu depan. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri parade militer yang akan diselenggarakan di Beijing pada tanggal 3 September mendatang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai bagian dari undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Parade yang digelar dalam rangka memperingati “Hari Kemenangan” ini diharapkan akan menyaksikan keterlibatan puluhan ribu tentara, dengan Lapangan Tiananmen sebagai lokasi pusat perayaan. Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping bersama pejabat asing dan pemimpin senior Tiongkok lainnya akan hadir untuk menyaksikan demonstrasi kekuatan militer negara tersebut.
Kunjungan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina. Pada hari yang sama, Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv. Menurut laporan resmi, serangan yang dilaksanakan pada dini hari tersebut melibatkan lebih dari 600 drone dan rudal, menyebabkan 10 orang tewas. Ini merupakan salah satu serangan terbesar sejak invasi yang dimulai pada Februari 2022.
Militer Ukraina melaporkan rincian serangan tersebut, dengan 598 drone berisi bahan peledak dan 31 rudal, termasuk dua rudal hipersonik Kinzhal serta sembilan rudal balistik. Presiden Dewan Uni Eropa, Antonio Costa, mengonfirmasi bahwa salah satu kantor perwakilan Uni Eropa menjadi korban dari serangan yang terjadi di Kyiv.
Di sisi lain, demonstrasi juga terjadi jauh dari Tiongkok. Sebuah aliansi mahasiswa Malaysia dan sejumlah organisasi masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (RI) di Kuala Lumpur. Aksi tersebut berlangsung pada malam tanggal 25 Agustus, sebagai reaksi terhadap penahanan hampir 400 demonstran di Indonesia yang memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR RI.
Aksi demonstrasi yang dimulai pukul 20.30 waktu setempat ini menunjukkan dukungan terhadap para pengunjuk rasa di Indonesia, yang menghadapi tindakan keras dari aparat kepolisian. Aliansi Liga Mahasiswa Malaysia menekankan penolakan mereka terhadap tindakan represif yang dialami oleh para demonstran yang mengungkapkan pendapat mereka.
Kunjungan Kim Jong Un ke Tiongkok dan peringatan “Hari Kemenangan” ini tidak hanya mencerminkan hubungan erat antara Korea Utara dan Tiongkok, tetapi juga berlangsung dalam konteks geopolitik yang lebih luas, di tengah konfrontasi yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Dengan adanya demonstrasi solidaritas di Kuala Lumpur, terlihat bahwa isu-isu internasional turut memengaruhi dinamika sosial-politik di dalam negeri masing-masing negara.
Dengan demikian, rangkaian peristiwa ini memberikan gambaran jelas mengenai situasi global yang rumit, di mana kekuatan militer dan hak asasi manusia menjadi sorotan utama. Ke depan, bagaimana kedua situasi ini akan berpengaruh terhadap hubungan internasional dan kebijakan dalam negeri masing-masing negara masih patut dicermati.